PAHLAWAN, LUPAKU BUKAN TAK HARGAI PERJUANGANMU

Seperti hari biasanya, pagi ini (Jum'at, 10/11) selepas sholat shubuh kusapu halaman dan bersihkan pot-pot bunga yang ditumbuhi beberapa jenis tanaman mulai dari bougenvile, krisan (aster), mawar, mint, dan gelombang cinta, juga beberapa tumbuhan lainnya. Menjadi satu rangkaian, memberi makan kucing seperti fardhu 'ain (wajib yang tak bisa ditinggal) lantaran hal demikian merupakan upaya sederhana dalam berbagi kasih sayang terhadap mahluk-Nya.

Jam meunjukkan pukul 06.17 wib, dan anak-anak sudah selesai mandi untuk bersegera mempersiapkan diri berangkat kesekolahnya.  Sampai ketika kuambilkan pakaian, anak gadisku (Shofi) dengan suaranya yang lantang mantab saja bilang "Bapak....pakai baju putih-merah, ini kan tanggal 10 Nopember, hari Pahlawan !". Seketika itu sembari mengambil baju seragam mereka aku-pun berkata dalam hati, "astaghfirullah....baru tadi malam menyempatkan diri menulis di blog dan membuhi footnote-nya dengan tanggal, tapi lupa kalo hari ini Hari Pahlawan".


Hal yang lumrah memang terlupa akan suatu momen. Akan tetapi terlupa bahwasanya hari ini (10 Nopember) adalah hari Pahlawan tentu saja bukan berarti terlupa akan jasa-jasa dan perjuangan para Pahlawan pendahulu yang telah berjuang dengan jiwa dan raganya mempertahankan Indonesia dari belenggu penjajah. Apalagi saat ini zaman #mncrgknskl, dimana penjajahannya dalam wujud yang berbeda, yang justru lebih parah dari sebelumnya.

Dan atas lupa hari ini mengingatkanku bahwa Presiden Soekarno dahulu pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan panjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsa (saudara) sendiri”.

Dari apa yang disampaikan Bung Karno (panggilan akrab rakyat Indonesia kepada Presiden Soekarno) menyiratkan makna bahwasanya perjuangan melawan penjajah yang bentuk wajah, fisik, asal wilayah, hingga logat bicaranya sama justru lebih sulit dan nyatanya berat.

RAGAM KREATIVITAS DENGAN BOTOL BEKAS

Menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sampah dari botol minuman yang kubeli hingga saat ini telah menumpuk, dan membuatku berpikir, "Apa yang bisa saya lakukan dari botol-botol ini daripada di/terbuang begitu saja ?"

Tak ingin berlarut-larut, malam ini lepas sudah dari jam 11 malam segera aku berselancar mencari ragam referensi dari internet dimana akhirnya kutemukan beberapa hal menarik yang dapat dilakukan dengan botol-botol bekas.

Menjadikannya Taman Vertikal

Ide taman vertikal dari botol bekas ini adalah olah kreativitas dari Rosenbaum yang digunakan sebagai alternatif untuk hunian dengan lahan sempit perkotaan yang berhasil diterapkan di Brasil yang mana mereka berhasil melakukan makeover dramastis ruang interior dan eksteriornya. Konsep ini akhirnya banyak diadaptasi, bahkan perusahan-perusahaan-pun turut serta.








© Rosenbaum 

Membuat Lampu Gantung

Adalah Sarah, seorang wanita yang memang geluti bidang ECO ART & DESIGN, dimana ketika ia diminta Ideal Home Show untuk membuat liontin langit-langit yang besar dari botol plastik limbah, maka dibuatnya lampu menggunakan alas botol plastik berukuran berbeda.

Dinamai 'Ella', potongan karyanya menghabiskan 310 basis botol, yang mana lebarnya lebih dari 1 meter. Setelah karyanya berhasil memukau berbagai kalangan, kini ukuran kecilnya banyak kita jumpai diproduksi orang-orang yang tersedia juga di toko online.

© Sarah Turner

Membuat Pot Tanaman Lucu

Tidak ada keraguan bahwa ada 1001 (seribu satu) kemungkinan kreatif yang dapat dibuat menggunakan botol-botol plastik bekas. Nah, ide kali datang dari Anna, dimana karyanya menghadirkan pot tanaman lucu dan menggemaskan yang diberinama "GATUNA POT".








© Maceta Gatuna

Untuk membuatnya Anna telah memberikan tutorialnya dengan begitu detail, sebagaimana pada gambar diatas dan bahan-bahan serta tahapannya tersaji berikut ini :

BAHAN

1. Botol-botol plastik
2. Cat semprot putih (putih cerah)
3. Penanda tahan air (hitam dan merah muda)
4. Gunting
5. Tali kapas putih atau benang

TIPS

Pot ini sangat mudah dibuat dan menurut Anna, langkah-langkah yang ada harus diikuti, dipahami dengan baik sebagaimana pada gambar yang ada. Dan Tips tambahan darinya ;

Anda bisa menggunakan botol plastik dengan ukuran berbeda. Direkomendasikan botol dengan "kaki" dibawahnya (tidak semua botol memiliki jenis dasar ini, jadi pintarlah memilih).

Untuk memotong bentuk telinga Anda bisa menggunakan template ini. Pastikan bahwa telinga terpusat pada dua "kaki" dasar. Kurang lebih harus ada 11 cm dari pangkal sampai ujung telinga.

Untuk melukis dengan semprotan (warna putih glossy, bukan doft), penting agar Anda mengikuti petunjuk yang tertera pada botol. Di ruang terbuka, tempatkan botol pada beberapa jenis benda tinggi sebagai tumpuan untuk bekerja lebih baik dan letakkan batu atau yang serupa di dalamnya sehingga tidak bergerak dengan kekuatan semprotan.

Yang terpenting, melindungi daerah sekitarnya dengan koran atau plastik agar tidak menodai cat. Anda harus memiliki kesabaran untuk meninggalkan waktu pengeringan yang sesuai antara lapisan dan lapisan untuk menghindari kelebihan cat yang kemudian berubah menjadi menetes.

Penanda yang digunakan dalam pembuatan GATUNA POT ini adalah Ekologi POSCA PC5-M yang diproduksi dengan bahan daur ulang 41%.

Setelah pot tanaman siap, jika Anda ingin agar digantung, buatlah lubang di setiap sisinya. Anda bisa membuat lubang dengan puncher yang memiliki pukulan dengan diameter yang berbeda. Anda juga bisa menempatkan panci ke samping pada tikar dengan kerapatan tinggi (siap meninju), dan memakamkan pukulan.

Anda bisa menanam tanaman yang paling Anda sukai dengan selalu menempatkan bagian kerikil di bagian bawah untuk memudahkan drainase air. Dengan cara ini akar tidak membusuk dan tanaman tidak mati lemas karena kerikil bertindak sebagai reservoir udara dan air. Anda harus menyediakan penyiraman moderat.

Yups, cukup menarik menurutku. Dari ketiga alternatif kreativitas dengan botol bekas yang ada rasanya mampu berikan suntikan ampuh agar botol-botol bekas yang kita miliki dapat dimanfaatkan sedemikian rupa agar tak tercecer, ter/dibuang begitu saja. Demikian, semoga bermanfaat dan tunggu tulisan terkait uji coba pembuatannya dilain kesempatan. #Uyee.....

-----

Artikel : ABUBILAL Notes.

Diselesaikan pada sepertiga malam akhir kedua, dirumah Pak RT.03 Banyurojo, pada hari Jum'at, 21 Safar 1439 Hijriyyah / 10 Nopember 2017, dimana tersematnya link dalam tulisan merupakan sumber referensi atas informasi pihak ketiga.

Mari bersilaturahmi lewat Twitter, Instagram atau Facebook.

MINIMALISIR MAKANAN BERLEMAK DAN NIKMATI KOPI TANPA GULA

Tercatat dalam ingatan, hampir satu bulan ini kudapan manis dan berlemak dengan kolesterol tinggi semakin kuminilaisir untuk dikonsumsi, termasuk gula dalam campuran minuman baik teh manis, kopi susu, kopi hitam, es jeruk dan kawan-kawannya. Sebelumnya tak kurang 3 hingga 5 gelas kopi + gula menjadi teman beraktivitas harian, dari kemasan refil hingga sachet siap saji. Bukan salah kopi dan gula, sebetulnya diri ini yang harus memanage dengan baik agar konsumsinya tak berlebih dan tetap baik bagi tubuh.

Jamak kita ketahui bahwasanya ragam makanan juga minuman manis merupakan bagian dari asupan harian yang mudah kita dapati. Pun gula merangsang hormon dopamin pada otak yang katanya membuat seorang penikmatnya merasa lebih baik. Akan tetapi gula juga membuat seseorang ketagihan untuk terus dan terus menikmatinya. Juntrungnya bukan tubuh tambah sehat, Anthony kepada Reader's digest mengatakan, "Gula menyebabkan glikasi, suatu proses dimana molekul gula mengikat dan merusak kolagen dan elastin di kulit kita".


Ilustrasi kopi tanpa gula, image credir by. wiwihow.com

Sejurus, dengan intens-nya kopi manis yang tersaji hangat untuk menemani aktivitas dimeja kerja, kusadari hal sepertinya remeh nyatanya punya dampak buruk. Dan alhamdulillah tubuh ini meresponnya dengan cepat, dimana yang kurasakan setelah mengkonsumsinya rutin dan berulang, rasa gatal ditubuh menjadi-jadi.

Tak sepenuhnya salah si kopi yang selalu kencan dengan gula untuk berduaan dalam gelas. Seringnya mengkonsumsi kudapan berlemak dengan kolesterol tinggi seperti 'Ayam Kembang Ayu' yang merupakan salah satu menu favorit keluarga juga berpengaruh, dan dua hal ini (kopi manis dan makanan berlemak) yang mulai kujaga agar tak berlebihan untuk dikonsumsi hingga saat ini.

HIJRAH KE KOPI TANPA GULA

Ora nyepelekke (tak meremehkan) hingga menunggu tubuh ini kian ringkih dan lemah, segera kumanage pola makan dan aktivitas harian termasuk dalam mengkonsumsi minuman sebagai teman beraktivitas. Untuk makanan berlemak saya menganggap mudah karena pertemuannya tak seintens kopi manis dimana hanya pagi, siang dan malam atau ba'da shubuh dan maghrib tatkala tiba masanya puasa. Tiga hari sekali atau sesekali dalam sepekan bolehlah mencicipi. Namun untuk kopi, hal ini yang perlu penyesuaian.

Awalnya saya mencoba berganti jenis kopi dari Kapal Api ke Toraja karena pahitnya ngekhas dan pas di lidah, pun diawal porsi gula yang mulai saya kurangi. Hari berganti, pahitnya kopi justru semakin nikmat untuk di konsumsi, dan saat ini justru full kopi pahit tanpa gula menjadi menu minuman favorit yang (hampir) selalu ada di atas meja.

Soal kopi saat ini bolehlah saya memilih Nescafe Clasic karena tak berampas, aromanya nikmat dan berkarakter ketika diseduh tanpa pemanis (gula). Karenanya jika Anda kok ndilalah berkunjung kerumah dan tersaji kopi pahit ya baik sangka saja 'Ooo....kebiasaan tuan tumah nih minum kopi tanpa gula". Haha....matur nuwon bin terima kasih so much sudah baik sangka :)

Oiyaa, sebagai langkah preventif dan berusaha menjaga kesehatan juga kebugaran tubuh, air putih jangan disepelekan. Pun kopi menjadi prioritas, air putih fardhu 'ain (wajib dan tak boleh ditinggalkan) lantaran tubuh juga butuh asupan air yang cukup untuk menjaga kadar cairan tubuh, sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan, sirkulasi, ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh yang normal.

Hidup seimbang, pas, tidak berlebihan. Jika ada hitam dan putih, maka dalam nikmatnya kopi juga tersemat kewajiban untuk mengkonsumsi air putih.

-----

Artikel : ABUBILAL Notes.

Diselesaikan ba'da Isya' dirumah Pak RT.03 Banyurojo, pada hari Selasa, 17 Safar 1439 Hijriyyah / 06 Nopember 2017, dimana tersematnya link dalam tulisan merupakan sumber referensi atas informasi pihak ketiga.

Mari bersilaturahmi lewat Twitter, Instagram atau Facebook.

JAKARTA DALAM GENDONGAN SANG GUBERNUR

Hanya kain biasa yang orang Magelang seperti saya sering menyebutnya 'selendang'. Sebuah kain panjang untuk menari, menggendong anak-anak, juga sebagian masyarakat pergunakan untuk ragam keperluan lain tak terkecuali menggendong gabah dalam bagor dari pematang sawah.

Pagi ini (Senin, 05/11) tatkala melihat timeline facebook, melintas video tayangan ulang dari TV One dengan programnya yang bernama E-Talkshow, dimana pada kesempatan tersebut menghadirkan Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) yang merupakan Mantan Ketua Komite Etik KPK dan Mantan Mendikbud Sekolah Dasar dan Menengah di Kabinet Kerja Periode 2014-2019.

Penasaran dengan topik acara dan bahasan, saya-pun menyempatkan untuk melihatnya sampai tuntas agar tak berujung hoax, dimana sepanjang sesinya syarat akan pelajaran berharga, baik dari kebijakann Anies Baswedan selaku Gubernur, kedipisplinannya yang selalu teraplikasi nyata dari waktu-kewaktu, hingga kepekaannya dalam menilai suatu hal berpadu dengan cara menginventarisir dan pemecahan setiap permasalahan.

Dipandu Muhammad Rizky (presenter acara), masuki menit ke 12:15 dalam video part 3, tugas Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mengerucut dalam satu kalimat "Untuk Menggendong Anak-Anak Jakarta".


Ibu Sa'idah (Warga Kampung Bukit Duri, Jakarta) sedang mengalungkan selendang yang biasa dipakai untuk menggendong cucunya (Noval) kepada Anies Baswedan (Senin, 9/1) - Image by. jakartamajubersama.com

Bukan hal yang sepele, menggendong anak-anak Jakarta hanyalah analogi yang darinya tersemat pesan berharga, agar dapat menggendong (mengayomi dan mendidik) warga Jakarta tanpa kecuali layaknya orang tua menggendong anak-anaknya dalam perannya sebagai kepala rumah tangga sekaligus pendidik dan teman. Anak-anak merupakan sebuah penggambaran bahwa tak ada batasan darinya dan ada masa depan dari mereka yang harus diperjuangkan dimana harus mampu di olah dengan maksimal.

LAYANGAN PUTUS, SEBUAH ANALOGI KENIKMATAN BERMAKSIAT

Cukup memberikan pencerahan bagi kita untuk bersegera memperbaiki diri. Mengambil ibroh (pelajaran) atasnya, dalam kajian Ustadz Subhan Bawazier, beliau menganalogikan orang yang tenggelam dalam kemaksiatan dengan 'Layangan Putus'.

Sesungguhnya orang-orang yang tenggelam dalam kemaksiatan akan merasakan kehampaan hati dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Buahnya kehampaan hati membuatnya putus melayang dari Allah hingga tidak tahu kemana arah yang harus diambilnya berpijak sekalipun sudah lelah dalam turbulensi dosa dan kubangan maksiat.

Putus yang dimaksud disini adalah mereka yang merasakan nikmatnya bermain layangan namun tak sadar hingga terlepaslah layangan yang ada. 'Yah...putus !'


Tangkapan Layar Youtube Channel The Rabbanians dalam Kajian berjudul Layangan Putus, bersama : Ust. Subhan Bawazier.

Terinspirasi dari kitab Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Layangan putus bisa dikaitkan dengan mereka yang berbuat hingga sampai pada tujuannya. Atasnya, dalam Islam orang harus berilmu terlebih dahulu sebelum beramal.

Berapa banyak kita jumpai mereka yang terlihat sukses dunianya padahal terkoneksi dengan kemaksiatan. Seperti halnya layangan ia semakin tinggi melayang di udara dan tak sadar putus saking asiknya terbuai kesenangan dunia yang menipu.

Ingatlah selalu bahawasanya bukan harta, tahta dan jabatan yang Alloh lihat. Ketaqwaan dan bersihnya hati yang menjadi ukuran. Rasululloh Sholallohu'alaihi wa Sallam bersabda :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dapatlah seseorang itu mendapatkan kesenangan dalam bermaksiat. Namun ketahuilah, kesenangan itu semu dan sementara. Karena kesenangan yang hakiki adalah bahagia masih dapat menikmati ibadah kepada Allah Jala Jallaluhu.

SILATURAHMI KE KOMINFO KABUPATEN MAGELANG

Meski bukan anggota Dewan yang terhormat apalagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tak ada salahnya jika seorang rakyat jelata ini sowan ke kantor Pemerintah Kabupaten Magelang. Apalagi niatnya baik untuk silaturahmi dan konsultasi kegiatan/program kerja Relawan TIK Magelang untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan baik, menggandeng SKPD terkait termasuk Kominfo Kabupaten Magelang.

Suasana disalah satu ruang Kominfo Kab. Magelang, Kamis (14/09/2017). Nampak Mas Yoga (Kiri, berbaju hijau) dan Pak Sugeng (Kanan) sedang mencermati kepengurusan serta Program Kerja RTIK Magelang. (Photo : Ivan Purnawan/Abu Bilal)

Sebelumnya selama beberapa hari terakhir di WA Grub RTIK Magelang anggota intens berdiskusi ihwal rencana untuk bertatap muka dengan pihak Kominfo Kabupetan Magelang guna memperkenalkan Relawan TIK Magelang ke Pemerintah Kabupaten Magelang yang saat ini masih nggrambyang terkait keberadaan RTIK, kepengurusan dan program kerjanya. Mendekati hari H waktu yang ditentukan, lantaran beberapa anggota tak bisa menemani asbab tugas dan kesibukan, saya-pun menawarkan diri untuk bisa ikut ngancani agar keberadaan RTIK terlihat kompak dan profesional.

Kamis Pagi (14/09/2017) bersama Arif Wahyu  kami berdua-pun sowan ke Kominfo Kabupaten Magelang dengan agenda silaturahmi dan share program kerja serta kepengurusan Relawan TIK Magelang yang beberapa waktu ini mengalami refresh kepengurusan. Anthusias turut serta mengedukasi masyarakat yang menggelora diantara anggota, menjadi suplemen ampuh untuk terus berpikir positif dan baik sangka, semoga Alloh berikan kemudahan dalam bersinergi dengan pihak ketiga.

Setibanya di parkiran Pemkab Magelang kutengok jam dari handphone jadul bermesin OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang menunjukkan pukul 08.23 wib. Selang beberapa menit, terlihat gagah menunggangi kuda besinya yang masih kinyis-kinyis Arif-pun datang. Terproduksi obrolan garing sekedar mukadimah perjumpaan :). Tak ada niat ngulur waktu, kami-pun bersegera menuju kantor Kominfo Kabupaten Magelang untuk bertemu Mas Yoga, yang sebelumnya sempat japrian via WhatsApp.

Karena belum tahu persis dimana kantor Kominfo berada, petugas taman yang saat itu sedang bekerja tak samperi dan kutanya; "Nyuwun pangapunten pak, kalo kantor Kominfo sebelah mana nggih ?". Petugas taman itupun menunjuk ke suatu tempat dengan tangan yang masing memegang selang utnuk menyiram tetumbuhan. Situ mas !. Dengan langkah mantab kami-pun berjalan ke kantor yang ditunjuk. Dan ketika telah sampai tangga pertama teras kantor, kutepuk pundak Arif Wahyu sembari berkata, "Njenengan sik monggo !". Dan Arif-pun langsungmasuk ke kantor Kominfo dan bertanya ke bagian front office yang kebetulan berada ditempat.

Arif : "Maaf Pak, bisa bertemu dengan pak Yoga ?"

Front Office : sudah ada janji ?

Arif : "Sudah pak, kita janjian dengan Pak Yoga jam 8 pagi".

Front Office : Silakan ditunggu (sembari mempersilakan untuk duduk di ruang tamu yang tersedia).

Kamipun duduk ditempat yang tersedia. Sembari menunggu Mas Yoga, Arif mengambil sejumlah dokumen dari dalam tas miliknya yang berisi susunan kepengurusan Relawan TIK Magelang, program kerja yang telah disusun merujuk hasil Kopdar perdana,  dan Notulen Musyawarah Wilayah (Muswil) Jawa Tengah yang terselenggara tanggal 19 dan 10 September 2017 lalu di Kominfo, Semarang.

Tak menunggu lama, Mas Yoga-pun muncul dan mengajak kami keruang sebelah yang letaknya tepat bersebelahan dengan kantor Inspektorat. Menyusuri lorong sempit tak bertuan, kami-pun sampai diruang yang dimaksud, dan diterima dengan baik oleh Mas Yoga didampingi Pak Sugeng yang sebelumnya bertugas di Radio Gemilang FM, Muntilan. Juga beberapa temen dari Kominfo Kabupaten Magelang yang berada diruangan tersebut.

"Silakan-silakan...duduk disini juga tidak mengapa," ucap Mas Yoga kepada kami.

Setelah kami berdua duduk dan siap, Mas Yoga-pun mengawali obrolan yang selanjutnya diskusi hangat terproduksi ditemani hangatnya teh yang tersaji, bersanding gorengan tahu dan tempe yang ngawe-awe.

Yups, satu demi satu informasi dapat kita sampaikan, begitupun dari pihak Kominfo yang cukup banyak memberi kami asupan informasi positif mulai dari ; kepengurusan, perijinan sebuah organisasi, didampingi Pak Sugeng yang sebelumnya bertugas di Radio Gemilang FM, Muntilan.bagaimana program kerja atau kegiatan nantinya bisa masuk kedalam kegiatan Kominfo dan SKPD terkait.

Tak hanya itu, beberapa hal lainnya sempat disampaikan, dimana dalam waktu dekat akan ada pelatihan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari Kominfo Kabupaten Magelang, yang mana dari Relawan TIK diharapkan bisa turut nyengkuyung dan membantu dalam pelaksanannya.

Sejurus, niat baik Kominfo semakin terlihat dimana mereka sempat menawarkan salah satu ruang di Radio Gemilang FM untuk bisa digunakan sebagai kantor sekretariat Relawan TIK Magelang, dengan catatan ; "nantinya Relawan TIK mengajukan permohonan ruang kesekretariatan, dilampiri susunan pengurus Pusat dan SK pengurus daerah, yang sebelumnya di informasikan terlebih dahulu ke kantor Kesbangpol Kabupaten Magelang."

Dari agenda yang kami lakukan bersama Kominfo mengingatkan dengan kalimat yang kerap kali tersemat dari lisan Arif Wahyu, "Pokok'e nek niate apik mesti ono dalan." Dan hal ini yang kami rasakan pun beberapa waktu sejak Relawan TIK Magelang berdiri baru di bulan September 2017 inilah saya ikut aktif dalam kegiatannya.

Masya Alloh, semoga ini menjadi jalan kebaikan setiap anggotanya untuk ngundhuh jariyah ilmu lewat Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Aamiin.

-----

Artikel : ABUBILAL Notes.
Diselesaikan pada waktu dhuha di hari Jum'at, 23 Dzulhijjah 1438 H/15 September 2016, di selatan lembah Tidar, Magelang.
Mari bersilaturahmi melalui Twitter, Facebook atau Instagram.

AWAS OBAT BERBAHAYA DISEKITAR KITA

Sebuah kejadian luar biasa (KLB) terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Puluhan pelajar dengan berbagai usia menjadi korban obat-obatan berbahaya yang peredarannya semakin meresahkan masyarakat.

Adalah jenis Pil PCC (paracetamol, caffein dan carisoprodol) yang sempat dikonsumsi mereka hingga menyebabkan penggunanya alami tindakan tak wajar dan halusinasi layaknya pesakitan. Luar biasa berbahaya, pengguna nantinya bisa cacat syaraf, dan bahkan meninggal dunia sebagaimana yang terjadi di Kendari.

Merupakan salah satu jenis obat berbahaya, pemakaiannya harus dengan resep dokter dan tidak dijual bebas dipasaran.

Atas kejadian seperti ini Pemerintah melalui BPOM harus lebih siaga dan aktif melakukan berbagai langkah preventif dalam mencegah beredarnya obat-obat berbahaya apalagi yang tak terdaftar di BPOM RI. Terang, jika yang tak terdaftar saja tidak boleh beredar, apalagi jenis obat berbahaya yang seringkali disalah gunakan sebagian masyarakat seperti halnya para pelajar di Kota Kendari.


Terlihat korban pil koplo jenis PCC yang masih berada dibawah umur terikat kain pada tangnnya sedang berada di salah satu Rumah Sakit di Kendari. (Foto: ANTARA/Jojon)
Tak menyalahkan sepenuhnya kepada para pelajar, peran orang tua sangat besar dalam mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat. Mengingat usia remaja rentan dan rawan, pendampingan haruslah intensif, terlebih dukungan moril termasuk pendidikan keagamaan yang menjadi benteng utama mereka agar tak terjerumus kepada tindak pidana serta maksiat.

Beberapa waktu lalu Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo selaku Kepala Badan Narkotika nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah  mengatakan, “Berdasarkan hasil penelitian Tim BNNP Jateng, tahun ini terjadi peningkatan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di Jateng,” katanya.

PERBARUI KETAQWAAN DAN TERUS WASPADA


Wujud Pil PCC dan Korban penyalahgunaannya yang saat ini (09/14/2017) terbaring di RSJ. Cisarua, Kota Kendari. (Image terolah bersumber : Grub WhatsApp)

Setidaknya hal ini menjadi masukan positif bagi setiap orang tua agar semakin peduli dengan perkembangan anak-anaknya ditengah mewabahnya media sosial yang menjadikan pemakainya kurang sosialisasi terhadap lingkungan sekitar. Pengawasan ekstra perlu dilakukan, dan hal ini jangan dikonotasikan negatif seakan sok protektif, karena memang dibutuhkan.

Menjelang dzuhur (14/09/2017), beberapa Grup WhatsApss yang kuikuti dipenuhi pesan berantai dengan format serupa dalam susunan kalimat, tanda baca dan foto pendukung dengan isi terkait maraknya anak dan remaja menjadi pasien di Rumah Sakit Jiwa lantaran tak sasadarkan diri serta berhalusinasi.

Tak ingin larut dengan informasi tanpa sanad yang shahih, kucari informasi terkini ihwal kejadian sebenarnya yang ternyata ada 50 Remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara mengamuk usai mengkonsumsi pil yang diduga mengandung narkoba.

Dilangsir Merdeka.com, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniati mengatakan awalnya korban berjumlah 30 orang. Namun, berkembang menjadi 50 bahkan satu remaja tewas.

Sebuah video yang diunggah Fadlyazis Kdi melalui akun facebook-nya yang bersumber Andi Muslimin memperlihatkan dengan jelas seorang anak yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Kota Kendari mengalami halusinasi parah, dan di identifikasi awal lantaran mengkonsumsi Pil serupa. (Opps...dingapuro sanget, pertanggal 01 Nopember 2017 kiriman beliau menghilang di laman facebook).


Irjen Arman Depari selaku Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN menyebut ; para pelajar itu mengkonsumsi pil PCC.

Tentang Pil PCC, singkatan dari paracetamol, caffein dan carisoprodol. Dijelaskan Arman di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada hari Kamis (14/9/2017), PCC kerap digunakan sebagai penghilang rasa sakit, salah satunya adalah untuk obat sakit jantung. Namun obat ini harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

Obat keras dan berbahaya, demikian intinya.

Mengerucut, apapun yang dikonsumsi para pelajar di Kota Kendari hingga mereka mengalami gejala kelainan layaknya orang tidak waras harus ditindak lanjuti serius dan tegas tanpa tedeng aling-aling.

Mereka bukan kelinci percobaan ataupun tontonan. Selalu ada sebab serta alasan sebuah peristiwa terjadi hingga akhirnya timbul korban, apalagi hilangnya nyawa. Latar belakang para pelajar tersebut secara masif mengkonsumsi harus diketahui untuk mengungkap darimana mereka mendapatkan Pil PCC, juga pemasoknya.

PERBARUI KETAQWAAN

Atas kejadian di Kendari kita harus terus waspada terhadap peredaran obat berbahaya dan juga narkoba. Jika upaya preventif senantiasa kita lakukan, bersamanya penguatan keimanan lebih prioritas lantaran menyangkut kesuksesan hidup dunia dan akhirat.

Mari bersama selalu baik sangka dan ambil sisi positif dari setiap kejadian. Jika sejarah mencatat candu pernah menjadi alat untuk merusak generasi muda suatu bangsa dalam wujud penjajahan gaya baru, tak ada salahnya dalam setiap kesempatan kita mengingat pesan Rasululloh Shalallohu'alaihi wa Sallam agar tak hanyut dengan godaan dunia yang seringkali melenakan.


اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

"Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik". (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ‘hadits ini hasan shahih’)

-----

Artikel : ABUBILAL Notes.
Disarikan dari berbagai sumber terbenam dalam link, dan selesai disusun di waktu Ashar, 22 Dzulhijjah 1438 H/14 September 2016, di selatan lembah Tidar, Magelang.
Mari bersilaturahmi melalui Twitter, Facebook atau Instagram.

MUSLIM KOK LOW BATT

LOW BATT, sebuah kata yang sering kita dengar dan sangat familier pun sebenarnya diadaptasi dari bahasa tetangga (Inggris) lantaran suatu hal. Low Batt sendiri menurut istilah, merujuk pada mulai habisnya energi pada unit baterai suatu piranti tersebut contoh HP, remote, walkman, dan lain sebagainya. Dan hal ini sejurus dengan analogi manusia yang sebenarya telah lelah hati.

Betapa tidak, akan kesibukannya menuruti hawa nafsu serta rutinitas, keburukan demi keburukan seakan menjadi hal biasa, walhasil hati semakin keras, sedangkan jiwa ini kian lusuh dan rapuh.

Terfosirnya kinerja piranti berimbas pada menipisnya daya tahan energi baterai (low batt). Dan hal seperti ini yang sering kita rasakan pada diri kita asbabmaksiat yang silih berganti kita lakukan. LOW BATT parah !


Tangkapan Layar Thumbnail Youtube Channel The Rabbanians dalam Kajian berjudul Low Batt, bersama : Ust. Subhan Bawazier.

Panggilan adzan untuk melaksanakan shalat kita sepelekan. Suara pengajian yang lantang terdengar dari TOA tak jua menggetarkan hati untuk mendatangi majelis ilmu. Seakan ajakan kebaikan nan ramai tak memiliki dampak pada diri. Namun, apakah hati  yang terbiasa dilatih untuk melakukan kebaikan juga merasakan lelah ?

Pastinya tidak. Alloh Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan energi pada jiwa-jiwa yang senantiasa berbuat kebaikan dan taqwa. Mereka yang menetapi kebaikan dan kesabaran tak pernah rugi, dan justru mampu dirasakan olehnya ada kekuatan (energi) istimewa yang bersumber dari Alloh Aubhanahu wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebuah suplemen akan keberadaan hati yang menginsprasi. Tatkala seorang manusia tahu dengan kesadarannya bahwa hati punya fungsi tak sekedar hardware (organ) semata, maka mereka akan menggunakannya untuk berbuat kebaikan. Selaras, hasil dari upaya berbuat baik akan memberi dampak yang baik pula bagi tubuh serta pikiran. Dan inilah manivestasi dari bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang jarang diketahui setiap hamba-Nya.