BELAJAR DARI PENYELAM MUTIARA



Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini lantaran terkandung maksud syarat makna untuk kita renungi. Pagi ini teringat nasihat beberapa waktu lalau saat shalat shubuh telah purna dan sang Imam pun membagikan untaian kata berbumbu doa. Sejumput kisah pun kukantongi dimana hal ini patut untuk kita renungkan dan ambil pelajaran.

Layaknya seorang penyelam mutiara yang punya tugas dari majikan untuk mengumpulkan mutiara-mutiara dari kerang di dasar laut, bersamanya pelengkap selam beroksigen penuh di pakaianya agar tugasnya berjalan lancar sebagaimana arahan sang majikan.

Saat penyelam mulai turun dan berada di dasar lautan, dipungutnya kerang mutiara yang terhidang dimana lambat laun keindahan bawah laut justru memalingkannya, hingga sipenyelam terlupa akan tugasnya untuk mengumpulkan kerang sebanyak-banyaknya.

Setelah beberapa waktu iapun tersadar dimana oksigen yang dimilikinya akan habis padahal tugasnya belum tuntas dan ia harus segera naik kepermukaan.

Disini kita dapat analogikan bahwa majikan ibarat Alloh Subhanahu wa Ta’ala, penyelam adalah kita sebagai manusia, tabung oksigen adalah jatah umur (usia) kita, dan mutiara adalah pahala atas ibadah yang kita lakukan selama di dunia dengan penggambaran lautan sebagaimana yang saya utarakan.

Dan pada masanya penyelam harus naik ke daratan lantaran oksigen habis, hal ini kita ibaratkan penggambaran akhirat dan hari pengisaban, dimana Alloh akan meminta pertanggung jawaban atas polah tingkah manusia.

Belajar dari gambaran penyelam kerang mutiara diatas, pantas kita ambil faedah nyata bahwa hidup tak boleh berakhir sia-sia pun keindahan dunia kerap kali menggoda, yang sebenarnya menipu dan tak berguna.

Sederhana memang belajar hidup dari penyelam kerang mutiara. Namun sebuah tanya terbesit, “apakah penyelam aslinya tau bahwa pekerjaannya itu punya analogi apik terhadap kehidupan manusia saat ini ?”.

-----

Ditulis oleh Abu Bilal, 03 Oktober 2014
Referensi : Kajian ba'da shubuh (kultum shubuh) dan buletin Maqwa
Mari bersilaturahmi lewat Twitter @ABUBILAL_com atau Facebook Mas Ivan

0 komentar:

Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.