abubilalofficialsite
Sabar...

HUKUM KETIKA MEMBACA AL-QUR'AN TERUS KENTUT

Mungkin hal ini sering menjadi pertanyaan setiap mukmin hingga saat ini. "Ketika sedang membaca Al-Quran terus kita ngentut (terserah bunyi dan aromanya bagaimana)". Nah, apakah membacanya harus dihentikan? atau lanjut terus? bagaimana sebetulnya hukum hal ini dalam Islam?



Kentut

Islam merupakan Agama yang indah dan mudah pun tak boleh kita permudah. Dalam setiap aktivitas mulai bangun tidur hingga tidur kembali kita telah di ajarkan bagaimana tata cara terbaik sesuai tuntunan Rasululloh Sholallohu'alaihi wa Sallam, termasuk dalam membaca Al-Qur'an yang dampaknya akan kembali kepada pelakunya.

Tentu saja, lha wong dari masalah bebucal (buang air) hingga bersetubuh dengan istri/suami saja di ajarkan apalagi dalam membaca Al-Qur'an yang jelas-jelas punya keutamaan lebih.

Mengenai pertanyaan diatas, Ustadz Ammi Nur Baits selaku Dewan Pembina Konsultasisyariah.com membantu menjawab "Hukum Ngentut/kentut Ketika Membaca Al-Qur'an" sesuai dengan ilmu syar'i yang beliau miliki.



Ada 3 hal yang perlu dibedakan,

  1. Membaca al-Quran dalam kondisi hadats kecil, dengan catatan, tanpa menyentuh. Seperti membaca dengan hafalan
  2. Mengentuh al-Quran dalam kondisi hadats kecil
  3. Membaca al-Quran dalam kondisi hadats besar

Untuk membaca al-Quran dalam kondisi hadats kecil, baik hadats kecil yang muncul sebelum membaca atau di tengah membaca. Ulama sepakat hukumnya dibolehkan, selama tidak menyentuh mushaf.

An-Nawawi menuliskan,

يستحب أن يقرأ وهو على طهارة فإن قرأ محدثا جاز بإجماع المسلمين والأحاديث فيه كثيرة معروفة

Dianjurkan untuk membaca al-Quran dalam kondisi suci. Jika ada yang membaca al-Qur’an dalam kondisi hadats kecil, hukumnya boleh dengan sepakat kaum muslimin. Hadis tentang ini banyak sekali, terkenal.

Bahkan orang yang membaca al-Quran dalam kondisi hadats, tidak disebut mengamalkan yang makruh. An-Nawawi melanjutkan keterangannya dengan menukil pernyataan Imam al-Haramain

قال إمام الحرمين ولا يقال ارتكب مكروها بل هو تارك للأفضل فإن لم يجد الماء تيمم

Imam al-Haramain mengatakan, “Tidak bisa disebut melakukan yang makruh” (at-Tibyan, hlm. 73).

Diantara dalil yang menunjukkab bolehnya membaca al-Quran dalam kondisi hadats adalah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau bercerita,

Bahwa beliau pernah tidur di rumah Maimunah – istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –, yang merupakan bibinya Ibnu Abbas. Ketika masuk tengah atau sepertiga malam terakhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun. Beliau duduk, mengusap aroma kantuk dari wajah beliau, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir di surat Ali Imran. Kemudian beliau menuju wadah air yang digantung, lalu beliau wudhu sempurna dan shalat tahajud. (HR. Bukhari 4295 & Muslim 763)

Ketika bangun tidur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kondisi hadats. Namun beliau langsung membaca al-Quran, 10 ayat terakhir surat Ali Imran. Para ulama memahami hadis ini, boleh membaca al-Quran dalam kondisi hadats.

Imam Bukhari membuat judul Bab ketika mencantumkan hadis ini,

بَاب قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ بَعْدَ الْحَدَثِ وَغَيْرِهِ

Bab bacaan al-Quran ketika dalam kondisi hadats atau yang lainnya. (Shahih Bukhari, 1/327).

Sementara untuk masalah menyentuh al-Quran pada saat hadats dan membaca al-Qur’an bagi yang hadats besar, diperselisihkan ulama.

Jika kita mengambil pendapat yang melarang menyentuh al-Quran bagi yang sedang hadats, maka begitu hadats, al-Quran harus kita letakkan di tempat yang aman. Meskipun bacaan tetap dilanjutkan.

Berhenti Sejenak, Ketika Kentut Keluar

Kemudian, sebagian ulama mengingatkan, pada saat kentut itu keluar, agar bacaan al-Quran sementara dihentikan, kemudian dilanjutkan kembali setelah kentut selesai.

Imam az-Zarkasyi mengatakan,

وتكره القراءة حال خروج الريح

“Dimakruhkan untuk terus membaca ketika kentut keluar.” (al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, 1/459).


Wallahu a’lam


NUTRISI HATI 5872826514454801217

Post a Comment

Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.

emo-but-icon

Home item

TRENDING ARTIKEL